Apa yang Dimaksud Bullseye Framework dan Aplikasinya?

Sumber gambar: kontenseru.com

Salah satu penyebab kegagalan suatu bisnis online adalah kesalahan dalam pemilihan channel marketing atau media yang digunakan untuk mempromosikan produk bisnis. Untuk menghindari kesalahan fatal ini, bullseye framework adalah salah satu strategi marketing yang dapat digunakan.

Bullseye sendiri dapat dikatakan sebagai strategi marketing umum yang cukup banyak digunakan oleh para digital marketer dan pebisnis milenial hari ini. Namun sebenarnya  apa yang dimaksud bullseye framework dan bagaimana cara aplikasinya?.

Pada artikel kali ini, saya akan sedikit menjelaskan mengenai apa yang dimaksud bullseye framework dan juga cara pengaplikasiannya kepada anda. Penasaran?

Jika iya, langsung saja simak ulasan selengkapnya yang telah saya rangkum berikut ini.

Apa Yang Dimaksud Bullseye Framework ?

bullseye framework adalah
Sumber gambar: pixabay.com/pexels

Bullseye Framework adalah strategi pemasaran yang pertama kali dicetuskan oleh Justin Mares dan Gabriel Weinberg dalam buku berjudul “Traction”. Strategi bullseye framework ini adalah strategi atau metode yang digunakan untuk menentukan channel marketing paling potensial untuk memasarkan suatu produk bisnis. Melalui strategi marketing ini, maka para pebisnis atau marketer akan dapat mengetahui channel marketing mana yang harus diprioritaskan untuk pemasaran produk ataupun branding bisnis mereka.

Strategi ini sendiri terbilang sangat efektif membantu proses promosi atau pemasaran suatu produk, pasalnya strategi ini akan mengerucutkan pilihan channel marketing yang dapat digunakan oleh pelakunya (marketer).

Bagaimana Penerapan Strategi Bullseye Framework ?

strategi bullseye
Sumber gambar: pixabay.com/NickyPe

Seperti namanya, strategi bullseye framework ini dapat dikatakan memiliki flow atau frame seperti papan dart, dimana terdapat beberapa cincin yang menggambarkan skala prioritas dari pilihan channel marketing yang dipertimbangkan. 

Melansir informasi dari Gabriel Weinberg, selaku pencetus strategi ini dan juga Founder dari search engine, DuckDuckGo disebutkan bahwa terdapat 3 cincin utama dalam penerapan strategi bullseye framework ini. Adapun ketiga cincin tersebut meliputi:

1. Outer Ring

Outer Ring (cincin luar) adalah lapisan pertama pada strategi bullseye framework. Pada lapisan ini, anda dapat melakukan listing channel marketing mana saja yang mungkin digunakan untuk pemasaran produk bisnis anda.

Rangkumlah semua channel marketing yang memiliki kemungkinan untuk digunakan untuk pemasaran produk bisnis anda. Kumpulan channel marketing ini nantinya akan ditimbang kembali pada lapisan selanjutnya (ring selanjutnya).

2. Middle Ring

Middle Ring adalah lapisan selanjutnya dari strategi bullseye framework. Pada lapisan ini, anda akan fokus melakukan filter terhadap listing channel marketing yang sebelumnya anda kumpulkan pada lapisan outer ring sebelumnya. 

Pada tahapan ini, anda dapat melakukan pengujian sederhana (trial) untuk menemukan channel marketing yang lebih potensial untuk digunakan untuk pemasaran produk bisnis anda. Singkatnya, pada bagian ini, anda harus memangkas pilihan channel marketing yang sekiranya kurang potensial mendatangkan keuntungan bagi pemasaran produk bisnis anda.

Selain itu, anda juga harus mengetahui biaya yang diperlukan untuk pemasaran mendapatkan pelanggan (leads) dari channel marketing yang anda pilih (lolos tahap filtering) hingga jumlah pelanggan yang dapat didatangkan.

3. Inner Ring

Lapisan terakhir dari strategi bullseye framework ini adalah Inner Ring. Pada lapisan ini, anda hanya akan fokus menggunakan channel yang paling potensial membawa pelanggan untuk bisnis anda. Tahapan ini sendiri adalah hasil filtering kembali dari lapisan middle ring sebelumnya.

Channel marketing yang dipilih untuk menjadi bagian dari inner ring ini wajib untuk dirawat atau dioptimasi dengan baik. Anda selaku praktisi strategi marketing ini disarankan untuk mencari sejumlah metode untuk memaksimalkan potensi dari setiap channel marketing yang berada di lapisan ini.

Misalnya, jika salah satu channel marketing yang terdapat pada lapisan inner ring dari strategi bullseye framework bisnis anda adalah website. Maka anda harus mengoptimasi website tersebut agar performa nya dapat maksimal, misalnya dengan menggunakan SEO.

Bicara mengenai lapisan inner ring ini sendiri, umumnya terdapat beberapa channel marketing yang masuk ke dalam zonasi channel marketing ini. Adapun beberapa diantaranya adalah meliputi:

  • Website dan Blog (termasuk SEO)
  • Email Marketing 
  • Social Media Marketing
  • Video Marketing 
  • Affiliate Marketing 

Itulah sedikit ulasan dari saya mengenai apa yang dimaksud bullseye framework dan juga penerapannya. Jika anda tengah dalam rencana membangun bisnis online, sebaiknya anda memahami strategi pemasaran yang satu ini.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat untuk membacanya. Jangan lupa juga untuk mengikuti kontenseru, agar anda tidak melewatkan artikel informatif lainnya dari saya. Terima kasih telah mampir dan membaca.

Baca Juga: Penyebab Masalah Crawled Currently Not Indexed Pada Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts